Blogger Widgets corat-coret: Masyarakat Ekonomi Asean

Kamis, 15 Oktober 2015

Masyarakat Ekonomi Asean

MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean adalah suatu bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya perdagangan dan persaingan bebas antara Negara-negara di Asia Tenggara.
MEA berawal dari adanya KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997. Para pemimpin ASEAN memutuhkan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil, menurunkan kemiskinan dan kesenjangan soisal-ekonomi (ASEAN Vision 2020). Pada KTT berikutnya, yakni KTT ASEAN di Bali pada Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional ASEAN. Selanjutnya pada pertemuan ke-38 Menteri Ekonimi ASEAN di kuala lumpur menghasilkan “suatu cetak biru. Para menteri menyepakati untuk memajukan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan target dan pelaksanaan yang jelas. Lalu pada KTT ke-12 bulan januari 2007, para pemimpin ASEAN sepakat untuk mempercepat adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN, yakti tahun 2015 dan menjadikan ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas, jasa, investasi, dll.

baca selengkapnya....

Masyarakat Ekonomi Asean dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. Tujuan MEA sendiri adalah tercapainya aliran barang bebas, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas.
Karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN ini adalah
·         Pasar dan basis produksi tunggal
·         Kawasan ekonomi yang kompetitif
·         Wilayah pembangunan ekonomi yang merata
·         Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global
Bentuk kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah
·         Meningkatkan infrastruktur
·         Pengakuan kualifikasi professional
·         Langkah-langkah pembiayaan perdagangan
·         Pengembangan transaksi elektronik menggunakan e-ASEAN
·         Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas
·         Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan
·         Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN
·         Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah

Tantangan terbesar MEA terhadap Indonesia menurut wakil menteri perdagangan, Bayu Krisnamurthi adalah bagaimana kita bisa “menyerang” bukan “bertahan”. Jadi, kita diharapkan tidak hanya menerima arus Masyarakat Ekonomi ASEAN tapi juga berperan positif di dalamnya. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Masyarakat Ekonomi ASEAN bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena persiapan para pebisnis Indonesia juga sudah mencapai sekitar 85%. Namun, dalam hal ini tetap saja ada kendalanya. Kendalanya adalah soal infrastruktur, keahlian tenaga kerja, energi, serta kemudahan berbisnis.
Bagaimana kita menghadapi MEA?
Dalam hal ini pemerintah dan para pelaku bisnis harus lebih ofensif dengan memperluas pasar barang, jasa, modal, investasi, dan pasar tenaga kerja. Para pebisnis harus memiliki semangat dan motivasi yang posotif, sehingga dapat mengoptimalkan MEA.




referensi:





1 komentar: